MERUNTUHKAN KESOMBONGAN

“Panic buying”, istilah ini saat ini sedang mulai terjadi, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia, dimana orang berlomba-lomba bahkan sampai pada tahap berebut membeli barang secara berlebihan dengan alasan untuk stock kebutuhan pribadi nya dimasa krisis bercampur juga dengan para spekulan yang berniat mengambil keuntungan pada saat barang tersebut sudah mulai langka di cari di pasaran sehingga dengan berlindung pada teori ekonomi mereka akan menaikkan harga setinggi-tinggi nya

Lalu bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi ini ?

Bukankah pada saat krisis kita pasti tetap perlu makan, sehingga memborong bahan makanan untuk bertahan hidup itu adalah hal yang wajar, lalu kalau kita tidak ikut2an antri utk berebut “memborong” mie instant bukankah itu hal yang bodoh

Hidup ini memang pilihan, dan pasti ada yang memilih hal diatas, namun ada juga yang memilih sebaliknya karena dia berfikir realistis, mau antri, rebutan, nanti kalau sudah dapat barangnya mau bayar pake apa…pake daun pisang !…krn dia sadar tidak memiliki uang untuk membelinya…he…he …Alhamdulillah masih sadar

Yang kasihan itu adalah yang panic, ambisi untuk ikut antri dan berebutannya tinggi karena kalau nanti dia tidak dapat bahan makanan itu lalu bagaimana dia dan keluarga nya bisa hidup….tapi disisi lain dia tidak sadar kalau dia sendiri tidak memiliki uang untuk membeli barang-barang itu, maklum saat ini sudah 1 tahun lebih dia keluar dari kantor yg katanya karena hijrah itu….nah kalau yang seperti ini pasti lah dia akan stress, sudahlah stress takut didatangin virus corona, stress tidak kebagian bahan makanan, stress gak punya uang untuk membeli bahan makanan nya dan stress karena takut mati kelaparan….kasihan sekali hidupnya

Pasti kita semua sepakat kalau “Suatu kejadian itu terjadi hanya karena ALLAH berkehendak hal itu terjadi”…..sehingga mampirnya virus corona ke dunia ini pun pasti karena kehendak ALLAH

Lalu sebenarnya utk apa ALLAH mengutus si Corona ini ke dunia ?….hanya ALLAH yang tahu jawabannya

Tapi menurut pendapat saya pribadi, ALLAH mengutus si Corona ini adalah untuk MERUNTUHKAN KESOMBONGAN, ke sombongan siapa ?….

Negara-negara yang sombong yang merasa sudah bisa melakukan apa saja dan menaklukan siapa saja

Penguasa2 yang sombong yang merasa power full…bisa membuat aturan apa saja, bahkan bila aturan yang dibuatnya itu harus melanggar aturan ALLAH sekalipun

Pemilik modal yang sombong yang selama ini merasa dengan uang yang di milikinya, dia bisa berbuat apa saja termasuk menyuruh si Penguasa untuk membuat aturan demi kepentingan mereka walaupun kepentingan mereka itu harus melanggar aturan ALLAH

Orang yang sombong yang selama ini kalau belanja saja harus keluar negeri, boro-boro mau menginjakan kaki ke pasar tradisional yang becek, tapi begitu ada si Corona ini mereka menjadi takut keluar negeri karena saat ini pergi keluar negeri resikonya lebih besar dibandingkan pergi ke pasar tradisional

Mungkin saat ini ALLAH sedang mentertawakan kita, ….apa yang kita mau sombongkan dihadapan ALLAH ? kalau baru diutus NYA mahluk yang kecil saja seluruh dunia sudah kelabakan, apalagi kalau diutus NYA mahluk yg besar….pasti berantakan …bro

Lalu kembali kepada orang-orang yang tidak bisa atau tidak mampu atau tidak mau antri dan berebutan membeli bahan makanan secara berlebihan…apakah mereka akan selamat ?

Bagaimana kalau kita balik bertanya , apakah orang-orang yang bisa atau mampu dan mau antri dan berebutan membeli bahan makanan secara berlebihan itu …pasti mereka akan selamat ?

Bukankah data orang yang terkena corona itu sebagian besar di dominasi oleh orang-oranv yang sebelumnya tinggal diluar negeri atau punya sejarah perjalanan keluar negeri atau berinteraksi dengan keluarga mereka yang datang dari luar negeri…apakah bisa kita simpulkan bahwa mereka sebagian besar adalah orang yang mampu

Jadi dalam hal ini bukankah antara yang mampu dan tidak mampu resikonya menjadi sama…lalu mengapa kita perlu cemas kalau sama-sama punya resiko

Yang harus kita khawatir itu adalah apabila keyakinan kita pada ALLAH itu mulai menurun

Hati kita sudah tidak yakin lagi kalau ALLAH lah yang memberi kita makan

Hati kita sudah tidak yakin lagi kalau kehendak ALLAH lah yang akan menghindarkan kita dari si Corona ini

Ketidak yakinan hati kita itulah yang akan membawa kita jadi kurang bersandar kepada ALLAH…kita jadi lebih bersandar pada mie instant, kita jadi lebih bersandar pada masker, dll

Dan yang lebih penting lagi janganlah kita sombong pada ALLAH dan syariat (hukum2) NYA, kita selalu menganggap syariat (hukum2) ALLAH itu belum lah lengkap sehingga dengan sombong kita buat aturan hidup kita sendiri seolah kita merasa lebih tahu dari ALLAH

Kalau dengan Corona ini belum cukup membuat kita menjadi sadar….maka bersiaplah ALLAH akan mendatangkan hal yg lebih dasyat lagi….ampuni kami ya ALLAH

Semoga manfaat…