PUASA SUNAH AYYAMUL BIDH

Kita disunnahkan berpuasa dalam sebulan minimal tiga kali. Dan yang lebih utama adalah melakukan puasa pada ayyamul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah). Puasa tersebut disebut ayyamul bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.
Niatnya? Cukup di dalam hati ingin puasa ayyamul bidh.
Keutamaannya banyak, di antaranya:
1. Bekal akhirat,
2. Seperti puasa sebulan (jika dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun),
3. Lalu baik untuk kesehatan.
Dalilnya sebagai berikut:
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.
(HR. Bukhari no. 1979)
Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.
(HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Jika seseorang menggabungkan puasa Senin Kamis dengan ayyamul bidh maka hukumnya boleh, dan dia mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang di niatkannya. Karena niat dalam amal semacam ini bisa digabungkan.
Catatan :
Puasa tiga hari setiap bulan paling utama dikerjakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Dan jika tidak memungkinkan, tidak apa-apa dikerjakan di awal bulan atau di akhir bulan, boleh berurutan atau berselang.
Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-,
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ
Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya? ‘Aisyah menjawab, Iya. Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, Pada hari apa beliau berpuasa? ‘Aisyah menjawab, Beliau tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan. (HR. Muslim no. 1160)

Bersama Afitour mari mewujudkan harapan berkunjung ke Baitullah, menikmati nikmatnya ibadah langsung ditanah Haram, suasana menunggu waktu berbuka Puasa di pelataran Masjid Nabawi bersama kaum Muslimin lain dari berbagai penjuru dunia sungguh pengalaman yang sangat luar biasa.