Rindu Baitullah

Pernahkah kita bertanya walaupun kita baru mampu melihat Ka’bah di atas sajadah atau foto dan bahkan slider internet, tetapi hati ini sangat merindukannya dan ingin bersegera mengunjunginya?

Pernahkah juga kita mengalami walau sudah pernah melaksanakan ibadah haji dan umroh justru semakin rindu menggebu ke baitullah ketika berjarak jauh saat kembali ke tanah air?

Padahal jika kita amati, Mekah adalah kota yang dikelilingi gunung dan bukit serta gurun yang tandus dan suasana yang panas dan jarak sejuk. Mustahil kita manusia yang mencintai keindahan sebagai fitrahnya mau menjadikan Mekah seperti magnet tak terpisahkan.

Ternyata semua bermula dari doa Nabi Ibrahim AS,

Artinya, “Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37).

Kecenderungan kita berziarah menuju Ka’bah baik berhaji maupun berumrah adalah bagian dari pengabulan doa Nabi Ibrahim untuk manusia sepanjang masa.

Kabar baiknya ketika kita berumrah atau haji, kita bisa melihat langsung bahwa semua permintaan Nabi Ibrahim As di kabulkan Allah Swt, buah buahan sering kita mudah dapatkan disana dan berlimpah ruah.

Ka’bah selalu dikunjungi dari berbagai belahan dunia sehingga kota yang tidak pernah sepi. Selalu ramai dan hectic setiap harinya. Begitulah suasana Mekah, pusat spiritual dunia itu.

Setiap tahun dari seantero dunia kecenderungan muslim berumrah dan berhaji grafiknya selalu meningkat. Uniknya mereka mengunjungi ka’bah dengan beragam cara. Ada yang backpakeran, ada yang bersepada dan bahkan naik onta. Semua lahir dari hati sanubari yang tulus dan dilakukan tanpa beban.

Semoga dengan mendahulukan safar ke Baitullah, mengunjungi mekah madinah ,kita menjadi pengikut setia Nabi Ibrahim As dan di akhirat kelak kita termasuk yang mendapatkan kesempatan bertemu dengan yang membangun dan menciptakan Ka’bah.

Rindu Baitullah, Rindu pemilik dan pemelihara Ka’bah, Allah Azza Wa Jalla.